Rabu, 29 November 2017


Standart Operating Prosedur Emergency
GambarGambar
PENGGUNAAN OBAT LIVE SAVING DI  UGD

Adrenalin
  untuk vasokontriksi perifir , vasodilatasi 
  terhadap  pembuluh 
  darah jantung, otot lurik dan bronkhus
  dosis 0,5 mg/ 3-5 menit
  pemakaian : IV / IM / SC
Sulfas atropin
  untuk memperbaiki irama jantung
  dosis 0,5 mg
  pemakaian  IV
Aminophilin
  Sebagai bronkhodilator
  dosis 3-5 mg / kg BB
  pemakaian IV
Bicarbonat Natrikus / Meylon
   Mengoreksi asidosis metabolik
   dosis 1-2 mg / kg BB
   pemakaian IV
Lanoxin /Cedilanid
   obat standart untuk penderita gagal
    jantung dan bila terjadi takhikardi
    dosis 3 x 0,25 mg dalam 3 hari
    pemakaian IV dengan pengenceran

Oradexon/ Kalmetason/ Dellametason
  untuk anafilaktik shock , edema cerebri, acut
  severe asthma
  dosis  sesui dengan kebutuhan
  pemakaian IV
Xyllocard
  untuk menurunkan myocardial exitability
  dosis 50-100 mg / 5-10 menit sampai
  500 mg / jam
  pemakaian  IV / drip
Nitrat SL / Nitrodisc
  untuk meredakan nyeri dada pada angina
  pectoris stabil
  pemakaian sub lingual dan lokal di dada
Pethidin / Morphin
  mengatasi nyeri dada dan menghilangkan
  kecemasan pada infark myocard
  dosis sesuai kebutuhan
  pemakaian IV / IM
Dopamin / doperba
   meningkatkan curah jantung
   dosis 5-10 mg / kg BB / menit
   pemakaian perdrip


DAFTAR  ALAT ALAT
1  DC SYOK
2  AMBUBAG LENGKAP
3  SUCTION
4  TABUNG OXIGEN
    DAN ISINYA
5  MONITOR  EKG
6  INTUBASI  SET
7  EKG
8  VENASECTIEN SET
9  PARTUS SET
10BEDAH MINOR SET
CAIRAN INFUS
1   Ringer laktat        
2   Ringer dextrose   
3   Dextrose 5 %       
4   Dextrose 10 %    
5   NaCl 0,9 %          
6   Kaen 3B              
7   Kaen 3A               
8   N4                        
9   Meylon                 
10 K Cl 25 ml           


ALAT  ALAT  KESEHATAN
1Aquadest 50 ml                     10
2Bisturi no 10                          50
3Bisturi no 15                          50
4Bisturi no  20                         50
5Blood Set                              15
6Cateter no 12 / 14/ 16/ 18 /
                        20 / 22/ 24         2
7Cateter tip                             10
8Disposible 1cc                       50
9Disposible 3cc                    100
10Disposible 5cc / 10cc         50
11Disposible 20cc / 50cc       20
12Endure no20/ 22/ 24          20
13Insyte no24                        20
14Infus set makro                  50
15Infus set mikro                   50
16Jarum GSTC B14-1204      12
17Jarum no26                       100
18Jarum no23                         50
19Mersilk 2/0                          12
20Mersilk  3/0                         12
21Plain gut 3/0                        12
22Wing nedle                          10

OBAT SUPOSITORIA
1Profenid sup                          10
2Stesolid  5 mg                       10
3Stesolid 10 mg                      10

OBAT OBATAN ORAL
Adalat  10mg                          10
Adalat  5mg                            10
Aspilet                                    10
Capoten 12,5mg                    10
Capoten  25mg                      10
Cedocard                               10
Imodium                                 10

OBAT OBATAN ORAL
Adalat  10mg               10
Adalat  5mg                 10
Aspilet                         10
Capoten 12,5mg         10
Capoten  25mg           10
Cedocard                    10
Imodium                      10

OBAT INJEKSI
 ATS                            10
 Bricasma                    10
 Baralgin                      10
 Buskopan                   10
 Dopamin                    10
 Dextyrose 40 %         10
 Kalmetason                10
 Luminal                      10
 Methergin                   10
 Nicholin 250mg          10
 Nootrophil                   10
 Oradexon                   10
 Primperan                  10
 Profenid                     10
 Sotatic                        10
 Systabon                    10
 Trental                        10
  Valium                       10
  Ulceranin                   10
  Zantac                       10
  Petidin                         2
  Morphine                     2
  Xylocard                      2
  Aminophilin               20
  Atropin sulfas            30
  Adrenalin                   10
  Avil                            10



PENGGUNAAN  INTUBASI
Peralatan
ETT ,  Mandren  ,  Laringoskop , Magil, Gudel , Ambubag , O2 slang dan Mask O2 , Konektor , Xilocain jelly ,Xillocain sprey , Spuit 10 cc , Handschon , Plester , Monitor EKG , Defibrilator , Gunting
PROSEDUR
1  set O2 sesuai anjuran dokter
2  Pasien mendapat therapi IV line yang stabil
3  Dekatkan defibrilator disisi tempat tidur
4  Periksa slym sucher (suction) dan ambubag apa berfungsi baik
5  Pasang EKG monitor
6  Pasien posisi snifing / kepala extensi
7  Siapkan ETT dan balonnya
8  Siapkan laringoskup dan lampunya
9  Basahi ujung ETT dengan xylocain
10 Beri tekanan pada krikoid selama intubasi
11 Kembangkan balonnya
12 Auskultasi paru kanan kiri
13 Suction lubang ETT dan pasang gudel
PENGGUNAAN ALAT DEFIBRILATOR
Pengertian
alat untuk melakukan defibrilasi dengan menggunakan aliran listrik dalam waktusingkat secara asinkron
Tujuan
Menghentikan ventrikel fibrilasi (VF) dan ventrikel takhicardi (VT) tanpa nadi
Alat alat
Defibrilator
Jeli atau elektrode pads
Troli emergency lengkap
Prosedur :
Dekatkan defibrilator dengan pasien , hubungkan dengan sumber listrik Nyalakan defibrilator
Yakin kan modul yang dipakai adalah asinkron
Pilih energi yang diperlukan yaitu 200 joule
Pegang kedua paddle dengan satu tangan beri jeli dan ratakan pada bagian metal dari paddle
Letakkan paddle pada dada pasien dengan posisi standart
Tekan tombol “ Charge “
Jika energi sudah terisi dan defibrilator sudah menunjukkan tanda siap pakai , beri perhatian dengan suara jelas “defibrilator
siap “ lihat sekeliling jangan ada anggota tim yang masih kontak dengan pasien atau
alat alat yang berhubungan dengan pasien
Beri tekanan + – 10 kg pada kedua paddle,kaji ulang EKG
Tekan tombol “ descharge “ di kedua paddle secara bersamaan
Paddle jangan diangkat, kaji ulang gambar EKG kalau perlu lakukan untuk kedua atau
ketiga kali dengan energi yang lebih tinggi
Jika tiga kali berturut turut dilakukan tidak berhasil , lakukan cardiopulmoner resusitation KPR  dan advance cardio life
support (ACLS)
Jika berhasil kaji Air way Breathing Circulation ( ABC )
PENGGUNAAN ALAT ELEKTRO KARDIOGRAM
Tujuan
Untuk mengukur aktifitas jantung
Untuk menentukan diagnosa
Prosedur
1. Hubungkan kabel ke stop kontak listrik
2   Pasang kabel kabel elektroda pada pasien
kuning pada tangan kiri
merah pada tangan kanan
hitam pada kaki kanan
hijau pada kaki kiri
V 1 sela iga 4 sternum kanan
V 2 sela iga 4 sternum kiri
V 3 sela iga antara V2 dan V4
V 4  sela iga 5 garis mid klavikula
V 5  pada garis axila sejajar V 4
V 6  pada garis axila tengah sejajar V 4
3. Tekan power on dan perhatiakan gerak ekg
4. Untuk akhiri rekaman e k g tekan tombol off
5. Rapikan pasien
6. Gunting kertas e k g ,
cantumkan nama pasien, umur , tanggal dan jam dilakukan nya dan nama perawat / dokter
7. Hasilnya tempelkan pada tempat nya
8. Catat di buku e k g
PENGGUNAAN  ALAT  TENSIMETER
Pengertian
Untuk mengukur tekanan darah seseorang dengan tujuan untuk menentukan diagnosa
Prosedur:
Pasang selang penghubung dari tensi ke manset
Pasang manset pada lengan kanan /kiri bagian atas, tungkai kanan atau kiri bawah
Tutup regulating
Pasang stetoskup pada arteri brakhialis arteri dorsalis pedis
Tekan pump hingga air raksa naik sampai mendengar sistole dan diastole
Buka manset
PENGGUNAAN ALAT  TERMOMETER
Pengertian
Untuk mengukur suhu tubuh
Prosedur:
Turunkan air raksa dibawah angka 35 der  C
Jepitkan petervoor nya tepat ditengah ketiak dan lengan pasien dilipat di dada
Tunggu 5 menit
  Lihat skala air raksa
Setelah dipakai termometer dicuci dengan air sabun atau bilas air bersih
Keringkan
Air raksa diturunkan sampai batas yg semula
Catat hasil nya pada record medis
PENANGANAN  KASUS  PERKOSAAN
Pengertian
Upaya penanganan pada seorang wanita yang diperkosa / terjadi pemaksaan oleh pria atas diri seorang wanita untuk melakuakan hubungan sex
Tujuan
Untuk mengatasi kegawatan pasien
Memberikan visum et reportum bila diminta
Prosedur:
1  Pemeriksaan dan mengatasi kegawatannya
tanda tanda penganiayaan di seluruh tubuh
tanda tanda perlawanan dari pasien : jaringan tubuh yang melekat pada kuku bercak darah pada pakaian, rambut yg lepas pakaian robek ? Dan lain lain
2. Semua barang bukti harus disimpan , pasien dikonsulkan kepada dokter obsgyn
3  Dokter obsgyn melakukan pemeriksaan ginekologis secara lengkap Mengambil contoh getah / cairan dalam vagina
4  Persyaratan : Pada pemeriksaan harus didampingi oleh perawat wanita
Bila korban menolak diperiksa , jangan dipaksa
5  Kewenangan membuat diagnosa dan membuat visum adalah oleh dokter obsgyn
6  Hasil pemeriksaan medis merupakan rahasia jawaban hanya diberikan oleh dokter obsgyn yg memeriksa kepada :
Polisi yg mengajukan permintaan visum
Si korban bila sudah dewasa Keluarga korban dengan persetujuan korban bila yg bersangkutan belum dewasa
7  Semua barang bukti dan sampel yang dapat  dijadikan barang bukti diserahkan pada pihak kepolisian . Penyerahan barang bukti secara tertulis dan ditanda tangani petugas yg menerima
PENANGANAN  GANGGUAN PERDARAHAN DI OTAK (   S T R O K E   )
Pengertian
Penganganan gangguan per darahan di otak adalah merupa kan ketentuan dlm penanganan pasien yang mengalami gangguan aliran darah di otak
Tujuan
Untuk mengatasi kegawatan pasien dan menentukan sikap penanganan selanjutnya
Prosedur:
Kriteria diagnosa :
Kelainan neurologik fokal yang timbul mendadak akibat gangguan aliran darah lokal di otak ( klinis : hemiparesis/ plegi , hemi hipestesi, afasi , amaurosis fugax , kelumpuhan syaraf syaraf otak , vertigo disertai gangguan kesadaran / tidak
Non hemoragik :
Transient IschemicAttack (TIA)
Reversible Ischemic
Neurological Deficit (RIND)
Hemoragik :
Perdarahan intra serebral
Perdarahan subarakhnoid
Diagnosis banding:
Trauma kapitis  ( kontusio serebri )
Infeksi otak / selaput otak
Tumor otak
Pemeriksaan Penunjang:
Perencanaan : pungsi lumbal, CT Scan otak, Arteriografi , MRI , Dopler
Segera  : laboratorium darah tepi rutin ,trombosit, hematokrit, agregasi platelet, ureum kreatinin, asam urat, kholesterol / HDL LDL, LDH , hemostase, gula darah, urine rutin, Foto thorak , EKG
Perawatan Rumah Sakit
Untuk penderita baru ( m10 hari ) dan penderita dgn progresifitas penyakitnya tinggi segera dirawat
Untuk penderita yg sudah lama atau yang ringan dpt berobat jalan atau tergantung keadaan
Therapi:
Memperbaiki oksigenasi otak dengan mengoreksi gangguan pernafasan
Memperbaiki aliran darah ke otak ( tekanan darah yang optimal , kekentalan darah , memperbaiki gangguan fungsi otak
Anti edema pada yang baru 10 hari diberi manitol , steroid
Memperbaiki keadaan umum
Memperbaiki keadaan metabolik , untuk metabolisme di otak ditambahkan obat Piracetam, citicolin,Pentoksifilin,Kodergokrin
Perdarahan sub arakhnoid dgn transamin
Pada perdarahan pertimbangan operasi
Pada non hemoragik dengan hiperagregasi asam salisilat
Penyulit:
Penyakit lokasi di batang otakinfark makin luas
infark hemoragik
komplikasi dengan penyakit lain
Konsul dokter ahli Neurologi
PENANGANAN  INFARK  MYOCARD AKUT   (  I  M  A  )
Pengertian
Penanggulangan infark myocard akut adalah merupakan penanggulangan pada pasien dengan gangguan / kerusakan miocard secara tiba tiba akibat terganggunya aliran darah
Tujuan
Untuk mengatasi kegawatan pasien dan menentukan sikap utk penanganan selanjutnya
Prosedur:
Kriteria :
Nyeri dada khas lama nya 30 menit lebih
Perubahan EKG iskemik : gelombang Q , elevasi segmen ST, gelombang T hiperakut atau depresi
Diagnosis Banding:
Angina pectoris tidak stabil
Disekans aorta
Emboli paru
Pemeriksaan penunjang
Laboratorium  : konfirmasi dengan enzim Foto thorak
Pemantauan hemodinamika, hanya efektif atas indikasi Perawatan Rumah Sakit
Rawat inap ruang intensif
Therapi:
Rasa nyeri : Morphin diberikan perlahan lahan IV dosis 4-8 mg ( 1 mg / menit ) dapat diulang bila perlu 2-4 mg dengan jarak 5-15 menit. Dosis dikurangi atau dihentikan bila timbul tanda tanda intoksikasi ( depresi pernafasan , hipotensi atau muntah muntah hebat ) . Bila terjadi depresi pernafasan dapat diberi Naloxone ( nascan ) 0,4 – 0,8 mg setiap 10 – 15 menit
Meperidine ( Petidin )  25-50 mg IV pelan pelan diulangi 2-4 jam kemudian
PENANGANAN  ASMA  BRONKHIALE
Pengertian
Penanganan asma brokhial adalah merupakan penanganan pada pasien dengan kelaianan aliran udara ekspirasi cenderung berkurang lebih dari aliran inspirasi. Batuk adalah gejala yang sering. Pasien dengan sesak nafas berat atau berubah menjadi lebih berat dengan cepat dan tidak ada perbaikan pada pengobatan selama beberapa jam di UGD , harus dirawat
Tujuan
untuk menangani kegawatan pasien, dan sikap penanganan selanjutnya
Prosedur :
1 Berikan oxygen 2-4 liter/ menit
2 Rehidrasi dengan cairan peroral /parenteral
3 Therapi bronkhodilator Nebulizer dengan ventolin Aminophilin , biasanya diberikan pada asma sedang dan berat, diberikan bolus     5-6 mg /kg BB dalam 100 cc Dex 5%  perlahan lahan selama 30 menit
  Therapi kortiko steroid
Oradexon 5 mg dengan dosis     selanjutnya  dengan oral dosis sebanding
4  Monitor gas darah ( Astrup )
5  Koreksi metabolik acidosis
Monitor
Penilaian perbaikan dalam 1-2 jam di UGD
 Bila tak ada perbaikan rawat
Bila ada tanda gagal nafas perawatan intensif
PENANGANAN  HENTI  JANTUNG
Pengertian
Penanganan henti jantung adalah merupakan upaya pertolongan kepada pasien yang mengalami denyut jantung berhenti tioba tiba
>Tujuan
Mengatasi kegawatan pasien henti jantung , mencegah kematian
Prosedur:
 1   Airway  Bebaskan jalan nafas
Bersihkan mulut dan pharynx Posisi sniffing   Gudel airway
 2   Breathing : ventilasi buatan dan ooksigenasi    Balon – masker dengan oksigen , jika tidak    ada maka Resusitasi  mulut ke mulut
 3   Circulation : kompresi jantung luar disinkronkan dengan frekwensi ventilasi Papan diletakan dibawah punggung dan kompresi pada mid lower sternum  80-100x   dengan respirasi rate 16-20 x / menit
Kompresi diselingi  1 x pern afasan, ventilasi  harus adekuat  O2 100% pada awal
Pasang ETT
Pasang kateter intravena
4   Monitoring  EKG
Vibrilasi ventrikel : DC shok 3 joule / kg
Asystole  : adrenalin 0,25 % ml / kg IV  endotrakheal atau intracardial. Jika berubah menjadi fibrilasi ventrikel terapi  sesuai fibrilasi ventrikel. Jika tidak ada  respon calsium glukonas 10% 0,2ml / kg
Takhicardi ventrikel xylocain 1 mg / kg BB    atau DC shok
Bradikardi sinus : Sulfas atropin 0,5 mg     1 mg IV


by: Arini Mutiara Manurung

Tidak ada komentar:

Posting Komentar